Cerita Games : Apakah Ellie The Last of Us Benar-benar Imun?

Dalam sebuah review yang pernah saya tulis 1 tahun yang lalu tentang The Last of US Part II, saya menulis sebuah kesimpulan, kalau apa yang telah di pilih oleh karakter Joel sudah benar, kurang lebih seperti inilah isi tulisannya :

"Somehow, saya merasa apa keputusan Joel di Last of us pertama sudah benar, dengan lebih memilih nyawa Ellie di banding menemukan vaksin. Karena saya rasa apa pun yang terjadi, vaksin immune itu tidak akan berhasil, umat manusia tetap punah..di adegan terakhir TLOU II, saat Joel bilang "if somehow the Lord gave me a second chance at that moment... I would do it all over again!" Betapa sayangnya Joel sama Ellie. T_T"

Pada saat itu saya cuma beranggapan kalau teknologi untuk membuat vaksin sudah tidak ada, dan kemampuan manusianya juga sudah tidak mumpuni untuk bisa terciptanya sebuah vaksin. Tidak ada angin, tidak ada hujan, selama se-minggu ini saya menjadi sangat penasaran untuk mencari kebenaran atas teori ini, dan setelah menggali lebih dalam tentang hal ini, ternyata memang ada threads forum khusus yang men-diskusi-kan kemungkinan akan teori ini, kalau sebenarnya karakter Ellie tidaklah imun (kebal). Sebuah pembahasan yang cukup menarik yang menimbulkan sebuah pertanyaan, kalau Ellie tidak imun, lalu apa yang membuatnya tidak terinfeksi? kenapa dia bisa bertahan di dunia luar tanpa masker? Yuk kita bahas berang-berang.

Untuk memulai pembahasan ini, saya akan menceritakan awal mula kejadian singkat tentang The Last of Us pertama. The Last of Us mengambil sebuah tema dunia di mana sebuah jamur dengan nama "Cordyceps" dapat menginfeksi tubuh dari manusia. Jamur Cordyceps adalah varian jamur yang sebenarnya memang ada di dunia nyata, dalam dunia nyata jamur ini dapat meng-infeksi serangga, dan membuat serangga tersebut berubah menjadi zombie, berjalan dengan sendirinya menuju ke tempat yang tinggi, jamur Cordyceps menggunakan tubuh serangga tersebut sebagai inang untuk berkembang-biak. 

Dalam cerita The Last of Us awalnya jamur ini dapat menginfeksi manusia melalui mata, lalu mulai mulai menyerang otak dan saraf tulang belakang. Sebelum bisa di kontrol, sel imun (sel darah putih) manusia mencoba memerangi jamur parasit ini, sehingga pada monster-monster di The Last of Us kita bisa melihat benjolan-benjolan ruam di seluruh tubuh dari manusia yang terinfeksi, ruam ini menunjukkan kalau sel imun manusia bereaksi terhadap parasit yang masuk ke dalam tubuh, namun gagal memerangi parasit tersebut.

Dalam The Last of Us pertama kita akan memainkan tokoh utama bernama Joel, Joel memiliki seorang anak yang masih berumur 12 tahun, anak Joel meninggal dalam peristiwa outbreak tersebut, sehingga Joel menjadi sangat sedih dan merasa bersalah akan kejadian tersebut, dia tidak bisa melindungi orang yang di cintai. Joel yang berhasil selamat memulai hidup baru dengan menyelundupkan berbagai macam barang untuk bisa bertahan hidup. Joel mendapatkan reputasi sebagai penyelundup yang lihai, lalu dia tinggal bersama kelompok-kelompok kecil manusia yang juga berhasil selamat dari kejadian outbreak tersebut. 

Suatu ketika Joel diminta untuk menyelundupkan seorang anak berumur 14 tahun yang bernama Ellie, di mana Ellie memiliki sebuah kondisi yang unik, dia sudah di gigit oleh monster yang terinfeksi, namun anehnya Ellie tidak ikut berubah menjadi monster, dia terlihat normal seperti tidak sakit sama sekali. Dari fakta ini muncullah sebuah harapan besar bagi umat manusia, di mana ada kemungkinan kalau Ellie ini imun terhadap infeksi dari jamur Cordyceps ini

Perjalanan Joel harus melintasi beberapa negara bagian dan menempuh jarak sekitar 5000 KM dari Boston ke Salt Lake City, untuk bisa mengantarkan Ellie ke base para ilmuan Fireflies dengan selamat. Tujuan perjalanan ini tentunya untuk bisa meneliti kondisi tubuh imun Ellie, lalu mencoba mengembangkan sebuah vaksin. Namun dari narasi ini sebenarnya ada sebuah kesalahan, vaksin di ciptakan untuk memerangi virus, sedangkan outbreak yang terjadi di game The Last of Us merupakan infeksi dari jamur yang tidak ada hubungannya dengan strain dari virus tertentu, jadi istilah vaksin harusnya di gantikan dengan kata obat anti jamur. Menurut saya di sinilah uniknya cerita The Last of Us pertama, di mana hubungan antara karakter Joel dan Ellie mulai terbangun sedikit demi sedikit, Joel mulai simpatik terhadap Ellie karena mengingatkan akan anaknya yang meninggal di awal cerita. Joel jadi ingin melindungi Ellie apa pun yang terjadi karena di awal dia pernah gagal, cerita dari game ini menjadi sangat personal.

Akhirnya Joel berhasil membawa Ellie ke markas ilmuan Fireflies, namun ternyata misi tidak berakhir di situ, Joel mengetahui sebuah fakta pedih, kalau untuk bisa di menciptakan vaksin maka Ellie harus mati (operasi otak). Hubungan yang kuat yang tercipta selama menempuh perjalanan panjang ini, membuat Joel memutuskan untuk menyelamatkan nyawa Ellie, Joel memilih untuk membatalkan proses pembuatan vaksin, dia memilih untuk menjadi egoist mementingkan kepentingan dan perasaan pribadinya, karena dia tidak mau kehilangan orang yang dia cintai untuk ke-2 kalinya. Keputusan Joel inilah yang membuat Ellie kecewa pada cerita The Last of Us part II, Ellie kecewa pada pilihan Joel, harusnya dengan kematian Ellie, lalu di ciptakan vaksin dunia ini bisa menjadi lebih baik.

Oke cukup intermeso-nya, ayo kita bahasa mengenai apa yang di label kan imunitas pada karakter Ellie. Seperti kita tahu, Ellie merupakan satu-satunya karakter yang dinyatakan imun terhadap infeksi jamur Cordyceps dalam game ini. Dalam sebuah rekaman audio dari salah satu ilmuan Fireflies di The Last of Us pertama, kita menjadi lebih paham terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada kondisi Ellie setelah di diagnosis, dalam audio tersebut kita bisa mendengarkan sebuah kalimat yang kurang lebih seperti ini "white blood cell lines,..are completely normal", seperti kita tahu dalam dunia medis, saat tubuh kemasukan benda asing yang tidak di kenal oleh tubuh, maka sel darah putih akan aktif dan akan menyerang benda asing tidak di undang tersebut untuk keluar dari tubuh. Dalam rekaman audio tersebut diketahui kalau para ilmuan sendiri tidak tau apa yang menyebabkan Ellie imun, dan mereka memutuskan untuk membedah tubuh Ellie piece by piece untuk menjawab tanda tanya besar ini.

Dalam Immunology poses yang timbul saat sel darah putih memerangi benda asing seperti virus, bakteri atau jamur, akan terlihat berbeda-beda, yang paling sederhana adalah, tubuh kita otomatis memanas hingga suhu tertentu (demam), dan mulai mengantuk lalu tertidur agar produksi sel darah putih bisa meningkat. Sel darah putih dalam jumlah banyak akan semakin efektif dalam memerangi benda asing yang tidak di inginkan oleh tubuh. Proses demam ini merupakan sebuah reaksi yang muncul oleh tubuh, yang menandakan kalau tubuh kita sedang kemasukan benda asing yang tidak di inginkan. Fakta dari rekaman audio salah satu ilmuan mengatakan kondisi sel darah putih Ellie tidak aktif. Saat di test nyata - nyata Ellie positif terinfeksi jamur Cordyceps. Dari fakta ini muncul pertanyaan baru, kalu Ellie benar-benar terinfeksi lalu kenapa dia tidak berubah menjadi monster?

Dalam The Last of Us Part II kita bisa melihat lebih detail lagi mengenai hal ini, di mana dilihatkan hasil diagnosis darah dari karakter Ellie secara lengkap, dari secarik kertas tersebut terlihat, 

- WBC (white blood cell) angkanya 2.1, normalnya 4, ada tanda - (Tidak Aktif).
- RBC (red blood cell) angkanya 2.55 normalnya 4.00, dan ada tulisan L (low) /  Ellie sedang anemia.
- HG8 (hemoglobin level) angkanya 6 normalnya 11, ada tulisan L (low). 

Dari test darah ini terlihat jelas sel darah putih Ellie bahkan tidak melakukan apa-apa, walaupun Ellie sedang terinfeksi oleh jamur Cordyceps. Harusnya pada kondisi medis ini Ellie sudah berubah menjadi monster, harusnya tubuh Ellie sudah bereaksi menjadi ruam-ruam karena dia benar-benar terinfeksi.

Dari fakta catatan medis di atas maka para fans mulai berteori, kalau sebenarnya Ellie tidaklah imun, dia sudah terinfeksi sejak awal, namun proses infeksinya tidak membuat Ellie berubah menjadi monster, lalu pertanyaan besarnya, loh kok bisa? Setelah membaca beberapa artikel saya akhirnya menemukan jawaban paling logis, Ellie memang terkena infeksi jamur Cordyceps, namun jamur Cordyceps, yang menginfeksi Ellie merupakan spesies Cordyceps yang lain.

Fakta yang di ambil dari Wikipedia menunjukkan kalau jamur Cordyceps memiliki 59 spesies utama dan tercatat memiliki hingga 400 jenis sub spesies yang berbeda-beda. Sebagian memiliki efek yang tidak baik, sebagian memiliki manfaat untuk tubuh manusia (sebagai obat), dan beruntungnya adalah Ellie terkena spesies jamur Cordyceps yang baik dan tidak membuatnya menjadi zombie. Dua belah mata koin dalam segala hal itu tidak ter elak kan, virus ada yang baik ada yang jahat, bakteri ada yang baik dan ada yang jahat, begitu pula dengan jamur ada yang di anggap baik dan ada yang di anggap jahat dari kacamata manusia.


Karena tubuh Ellie sudah menjadi sebuah inang dari spesies varian jamur tertentu, maka tubuh Ellie mulai membentuk sistem kekebalan baru, yang melindunginya dari infeksi jamur sejenis, sehingga dia bebas berkeliaran tanpa menggunakan masker, dan bahkan tidak masalah kalau terkena gigitan monster. Jadi jamur Cordyceps baik yang sudah menginfeksi tubuh Ellie, jamur tersebut selalu  menghalangi jamur lainnya untuk memasuki tubuh Ellie (simbiosis mutualisme). Spesies jamur tidak bisa melakukan fotosintesis, mereka  mengambil nutrisi dari tubuh Ellie sekaligus melindunginya sebagai inang. Jadi solusi pandemic yang terjadi pada game The Last of Us bukan menemukan sebuah vaksin, melainkan menemukan varian jamur Cordyceps yang tepat, yang membuat manusia yang terinfeksi jamur tersebut menjadi imun terhadap varian versi jahatnya. 

Teori ini memang pernah terjadi pada virus cacar sapi yang tidak terlalu ganas di banding cacar air/api. Pada tahun 1796, seorang ilmuwan bernama Edward Jenner mendapatkan sebuah temuan. Dia menemukan sebuah virus cacar yang menyerang sapi ternyata juga menular kepada sang pemerah sapi. Edward melakukan sebuah percobaan, dia mencoba menularkan cacar sapi kepada seorang anak, lalu mengeksposnya dengan virus cacar air. Alhasil si anak menjadi imun terhadap cacar air. Ini menjadi awal mula terciptanya konsep vaksinasi. 

Bagai mana menurut teman-teman semua, apakah teori ini masuk akal? istilah imun dan memiliki status "mutualisme" apakah termasuk dua hal yang sama atau berbeda?. Sebenarnya fakta kalau Ellie merupakan imun, lebih mudah untuk di terima oleh otak karena tidak usah memikirkan fakta-fakta lainnya, namun saya juga cukup heran kenapa ada forum-forum yang membahas lebih lanjut kondisi medis dari tokoh fiksi Ellie ini, hingga munculnya spekulasi seperti saya ceritakan di atas. Menurut saya cukup menarik, dan developer dari game inilah yang harusnya tau tentang kondisi dari karakter Ellie. Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Sumber ide :
- Google, Youtube
- https://thelastofus.fandom.com/f/p/2002331419803908300
- https://thelastofus.fandom.com/wiki/Surgeon%27s_Recorder
- https://www.inverse.com/gaming/last-of-us-2-theory-ellie-immunity-twist
- https://www.reddit.com/r/thelastofus/comments/27nuyg/how_is_ellie_immune_to_her_bite/
https://www.idntimes.com/health/medical/abraham-herdyanto/virus-yang-punya-dampak-baik-untuk-tubuh-dan-kesehatan
dll

No comments

'
Theme images by suprun. Powered by Blogger.