Ulasan Film : Street Fighter (2026)
"Berikan apa yang di inginkan oleh penonton", kalimat itu beberapa kali di ucapkan dalam film ini, maksudnya sudah jelas, kalimat itu sebenarnya di tujukan untuk kita sang penonton.
Namun..Bisa di bilang 1/4 dari film ini adalah film animasi, setiap adegan flashback-nya menggunakan animasi kartun, kaget juga saya, padahal saya bayar untuk menonton film live-action, bukan animasi kartun.
Mending di pisahkan saja antara film live-action dan seri kartunnya. Karena banyak adegan perkelahian yang saya rasa sangat keren, jika itu bisa di realisasikan dalam bentuk live-action.
Pertarungan dalam film ini seperti melempem, kayak tidak serius, terlalu banyak komedi, bayangin aja sebelum turnamen Street Fighter, para hero sudah berkelahi duluan dalam sebuah bar, kalau sudah berkelahi duluan lalu apa pentingnya turnamen Street Fighter?.
Format turnamenya saya rasa juga berantakan, dan bukan poin utama, seingat saya cuma ada 2 pertarungan, dan sisanya di skip. Tiba-tiba Guile kalah, tiba-tiba Ryu mundur, tiba-tiba Vega mundur, tiba-tiba Ken hilang, tiba-tiba pemenang Street Fighternya Joe, dan tiba-tiba Akuma datang gebuk Joe dan rip. (ini masuk dalam komedi-nya)
Salah satu ciri khas game Street Fighter adalah dibangun di atas konsep sebuah turnamen "World Warrior Tour", Dimana para petarung akan berkeliling dunia untuk bertarung di jalanan, pelabuhan, pasar, dan gang-gang sempit dari negara asal para petarung.
Latar budaya dan geografi inilah yang memberikan warna baru serta keunikan karakter pada franchise ini, kalau mau di banding dengan franchise game pertarungan lainnya.
Sedangkan di film, seluruh turnamen dipindahkan ke satu kota fiktif yang generik tanpa identitas budaya atau geografi yang jelas.
Menurut saya keputusan ini menghilangkan alasan utama mengapa turnamen ini terasa bersekala global, menyisakan nama "Street Fighter" sekadar pajangan di poster doang.
Makanya pertarungan Ryu vs E Honda merupakan pertarungan terbaik menurut saya, karena latarnya pas (pemaindian air hangat), dan adegannya hanya sepotong dan jelas, Ryu mau ambil spot bertarung dari E Honda.
Di akhir ada sedikit plot twist, siapa yang sebenarnya memiliki perasaan "iri".
Namun saya rasa ini bukan yang di inginkan penonton, sebenarnya cerita bisa di kesampingkan, karena ini kan film tentang perkelahian, yang "di inginkan penonton" itu sebenarnya koreografi pertarungan Street Fighter yang solid dan berbobot, alur dan struktur turnamen yang jelas, sisanya sebenarnya sudah oke, Ryu vs Ken, Dark Ryu, Jurus-jurus ikonik juga keluar.
Score dari saya : 6/10
*update 2-11-2026
Score IGN : 6/10
IMDB : 6.2/10
Tomat : 41% busuk. Pendapatan : $92,801,379 (The Numbers)
Budget : $82,000,000 (IMDB)
Kalau di bandingkan apple to apple Ken vs Ryu mirip Liu Kang vs Kung Lou.
Pertarungan Liu Kang lebih ada ceritanya, ada alurnya yang di wakili dengan gerakan koreografi pertarungan, awalnya Liu kang tidak serius, dan terlihat kalah, hingga akirnya dia benar-benar serius, ada perasaan mendalam di expresi wajah Liu Kang, yang tidak mau menyaksikan Kung Lao meninggal untuk yang ke 2x nya.
Kalau Ken vs Ryu, saya malah tidak paham apa maksud pertarungan mereka, Ryu ngaku kalau dia ri sama Ken, Ken marah, trus malah Ken yang di gebukin Ryu, Ken kena Hadoken Ryu, tapi tidak menyelesaikan masalah si Ken.
Apa ya, apa maksud Hadoken itu melepaskan emosi Ryu yang gagal di jalankan saat awal lawan akuma? tapi kan pada endingnya Ryu tetap gagal mengendalikan dirinya, dia di lahap sama kegelapan, berarti Ryu tidak bisa mengendalikan emosinya sampai-sampai mau bunuh Chun-Li.
Saya mengira di ending itu Ryu bisa mengendalikan sisi gelap nya, dan bisa mengalahkan Akuma dengan (kesadarannya) itu, punya kekuatan kegelapan namun punya kesadaran, itu namanya punya kendali penuh dengan diri sendiri, sesuai yang di katakan gurunya.
Ini film sebenarnya mau jelasin dualisme dan keseimbangan diri (hado ken vs satsui no hado), pertentangan antara Ryu dan Akuma sebenarnya kan menggambarkan pertarungan batin manusia.
Ryu mewakili jalan penguasaan diri dan kedamaian, sementara Akuma dan kekuatan Satsui no Hado mewakili hasrat berkuasa yang membutakan, di mana seseorang rela mengorbankan kemanusiaannya demi menjadi yang terkuat.
Itu harusnya inti dari filemnya, bisa memberikan kesan mendalam kepada penonton..he dedeh..









Komentar