Rumah
Suatu malam aku bermimpi,
mimpi yang terasa begitu nyata,
seolah bukan sekadar bayang di kepala.
Kulihat sebuah rumah, tak asing rasanya,
langkahku pelan mendekatinya,
hingga tiba di depan pintu tua,
kubuka perlahan, dengan rasa penasaran.
Dan di dalamnya, semua terasa akrab,
inilah rumahku semasa kecil dulu,
kuingat setiap sudut ruangannya,
kuingat setiap perabot yang ada,
seakan waktu tak pernah berlalu.
Langkahku membawa ke satu ruang,
kamar tempat almarhum ibu biasa berdiam,
aku tahu, dia pasti di sana,
hatiku yakin, dia menunggu di sana.
Dan benar saja, ibu ada di sana,
baru selesai sujud dari solatnya,
ia menoleh, tersenyum padaku,
persis seperti dalam ingatanku.
Kubalas senyum itu, dengan rasa rindu,
rindu yang lama tersimpan di dalam hatiku.
Lalu aku terjaga,
sadar semua hanyalah mimpi,
mimpi yang terlihat begitu nyata,
sampai tak kusadari batasnya.
Mungkin memang ada ruang dalam pikiran,
tempat yang hidup bisa bertemu dengan yang telah tiada,
bertemu walau hanya lewat kenangan.




Leave a Comment