Cocoklogy Berbagai Cerita Mitologi Yang Mirip Dengan Cerita di Islam
Setelah memainkan God Of War Ragnarök, dan memahami lore cerita dewa-dewan dan dunia Nordik, kok saya banyak menemukan benang merah cerita yang agak mirip-mirip dengan cerita yang ada di Islam ya.
Kalau dilihat dari time line :
- Mitologi Mesopotamia, 4500-539 Sebelum Masehi (SM)
- Mitologi Yunani, 3000-1100 Sebelum Masehi (SM)
- Mitologi Mesir, 1800 Sebelum Masehi (SM)
- Mitologi Nordic, 790-1100 Masehi (M)
- Islam, 1400 Masehi (M)
1. Konsep Raksasa.
Dalam kosmologi Nordik, nenek moyang kosmik berasal dari raksasa purba bernama Ymir. Lalu dari tubuh Ymir sendiri lahir bangsa Jötunn (giant), bangsa giant ini lalu melahirkan dewa-dewa seperti Odin, Vili dan Vé, lalu para dewa menciptakan manusia dari batang kayu.
Di Islam kita merupakan anak cucu dari nabi Adam AS. Tinggi nabi Adam AS adalah 60 hasta, atau sekitar 30 meter (Shahih Al-Bukhari No. 3326). Tinggi manusia mulai menyusut seiring dengan waktu, sekarang tinggi manusia cuma 1.6 - 2 meter.
2. Konsep Terompet.
Sebelum terjadi Ragnarök di mitologi Nordik, tokoh Heimdall akan meniupkan "terompet" Gjallarhorn sebagai tanda di mulainnya perang terakhir. Ada tokoh khusus yang memang tugasnya adalah untuk meniup trompet ini.
Di Islam ada malaikat Israfil meniup terompet Sangkakala (ash-shur) sebagai tanda berakhirnya dunia dan dimulainya kebangkitan (QS Az-Zumar ayat 68). Sangkakala di tiup 2x, pertama tiupan Kematian, kemudian tiupan untuk Kebangkitan.
3. Konsep mahluk akhir zaman yang akan di lepaskan.
Kalau di Nordik itu sebelum terjadi Ragnarök hewan serigala raksasa bernama Fenrir di lepaskan, dan akan menghancurkan dunia. Ia akan membunuh Odin, dimana rahangnya begitu besar hingga menjangkau langit dan bumi, terakhir dunia dilalap api dan terjadi kehancuran.
Di Islam kaum Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog), yang merupakan dua kelompok manusia keturunan Nabi Adam AS. Mereka dikurung di balik dinding besi oleh Raja Zulkarnain (Alexander) di utara Asia dan akan keluar di akhir zaman (QS Al-Kahfi 98-99). Saat dua kaum tersebut di lepas dan akan menghancurkan segala sesuatu yang mereka lewati.
4. Konsep penebusan dosa.
Setelah mati di Nordik manusia akan masuk ke Vallhala / Hel, dalam DLC Vallhala di God Of War Ragnarök saya melihat Kratos mengalami penebusan dosa, keputusan-keputusan masa lalunya kembali di perlihatkan kembali, dan dia ambil pelajaran & penyesalan dari dosa-dosa tersebut. Ini seperti Ujian, atau memiliki unsur refleksi trauma, dan self-forgiveness.
Ada momen juga saat Kratos menyerah dan dia seperti di bakar dalam api yang sangat panas di sini Api sebagai konsep pemurnian.
Konsep penebusan dosanya juga mirip di Islam, jika kita masuk neraka, akan di siksa dan di buat tobat akan kesalahan-kesalahan selama masih hidup, diperlihatkan kembali kesalahan-kesalahan semasa di dunia (QS. Al-Qiyamah: 13), kalau sudah sadar /suci maka atas izin Allah akan di pindahkan ke Surga.
5. Konsep mahluk yang terbuat dari api.
Kalau di Nordik di dunia Muspelheim hidup para mahluk api, yang dipimpin oleh Surtr, yang kelak ikut membakar dunia saat Ragnarök.
Di islam ada kelompok Djin dan Iblis yang juga terbuat dari api (QS. Ar-Rahman 55:15), peran mereka di dunia menjadi sosok antagonis. Tugas Iblis sangat krusial, untuk menyesatkan manusia hingga akhir zaman (QS Al-Hijr (15:36–42). Iblis menjadi salah satu bagian dari mekanisme "ujian" manusia di muka bumi.
6. Konsep Jembatan sebagai penghubung.
Kalu di Nordik ada jembatan pelangi Bifröst yang menghubungkan dunia manusia dan Asgard.
Sedang dalam Islam ada jembatan Ash-Shirath (Shiratal Mustaqim) yang harus dilewati manusia setelah kebangkitan, yang terbentang di atas neraka. Makanya di dunia, kita membacanya setiap hari dalam Al-Fatihah, “Ihdina shiratal mustaqim” (Tunjukilah kami jalan yang lurus).
7. Konsep struktur kosmologi yang bertingkat.
Di Nordik Semua dunia terhubung oleh pohon Yggdrasil, yang memiliki banyak lapisan dunia di akarnya (bawah) dan cabang-cabangnya (atas).
Di Islam langit disebut berlapis tujuh. Ada struktur kosmos bertingkat hingga Sidratul Muntaha di langit tertinggi.
Bangsa Maya (Meksiko) juga memiliki konsep World Tree yang menghubungkan langit, bumi, dan dunia bawah, mirip dengan Pohon kosmik milik Nordik.
8. Konsep takdir dan ramalan.
Di Nordik ada ramalan para Völva tentang Ragnarök, sedang di Islam ada wahyu tentang akhir jaman, Nabi Isa AS turun ke bumi untuk menghabisi Dajjal, dan terjadi perang terakhir (Az-Zukhruf 43:61).
9. Konsep banjir besar.
Kalau di Nordik Odin membunuh Ymir, kemudian darah Ymir akan meluap seperti lautan, membanjiri para raksasa lainnya (kaumnya), sehingga mereka semua meninggal, kecuali satu keluarga saja yang selamat.
Sedang di Islam, ada kisah nabi Nuh AS dengan banjir besarnya membinasakan sebagian besar kaumnya juga (QS Hud (11:36–44). Mirip.
10. Konsep menjatuhkan kekuasaan tertinggi Dewa.
Di mitologi Yunani tokoh dewa tertinggi Kronos mendapatkan ramalan, kalau suatu saat akan ada anaknya yang akan menggulingkan kekuasaannya, kemudian setiap kali istrinya Rhea melahirkan anak, maka Kronos akan memakan bayi tersebut hidup-hidup.
Hingga akhirnya Rhea memutuskan untuk menyelamatkan 1 bayi laki-laki, dan menukarnya dengan batu, jadi Kronos tidak sadar memakan batu. Bayi itu tumbuh dewasa dan akhirnya benar-benar membunuh Kronos dan menggulingkan kekuasaannya, tokoh tersebut bernama Zeus.
Di Islam kita mengenal cerita nabi Musa AS, Firaun pada saat itu secara arogan mendeklarasikan dirinya sebagai tuhan tertinggi, lalu dia juga mendapatkan ramalan kalau ada anak-anak bani israel yang suatu saat akan menggulingkan kekuasaannya, karena takut maka Firaun membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir, namun ada satu yang selamat karena di hanyutkan ke sungai, ironisnya, bayi tersebut malah sampai ke istana Firaun lalu di rawat, dan akhirnya nabi Musa AS berhasil menenggelamkan Firaun dan pasukannya di laut Merah.
11. Konsep manusia pertama.
Dalam mitologi Mesopotamia, figur yang bernama Adamu, merupakan manusia bijak pertama yang di ciptaan oleh dewa Enki. Ia diberi pengetahuan dan kebijaksanaan, tetapi tidak diberi keabadian.
Suatu hari ia dipanggil ke langit oleh dewa Anu, atas nasihat Enki, ia menolak memakan "roti kehidupan" yang sebenarnya dapat memberinya hidup abadi, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk menjadi kekal.
Dalam Islam, Nabi Adam AS adalah manusia pertama sekaligus nabi pertama yang diciptakan Allah dari tanah. Ia diajarkan nama-nama (ilmu), lalu ditempatkan di surga bersama istrinya, Hawa. Karena tergoda oleh Iblis, ia memakan "buah" yang dilarang dan kemudian diturunkan ke bumi.
Namun Adam segera bertaubat, dan Allah menerima taubatnya. Sejak itu, ia menjadi awal keturunan manusia dan mengajarkan tauhid kepada anak-anaknya.
Kesamaannya, manusia tinggal di surga, di ajari ilmu pengetahuan, di bujuk oleh sosok, adanya godaan, satunya menolak makan, satunya malah memakan.
12. Konsep kelahiran dari perawan suci.
Dalam mitologi Yunani, Tokoh Perseus lahir dari ibunya Danaë yang dikurung ayahnya agar tetap perawan. Namun Zeus datang dalam bentuk hujan emas dan menghamilinya. Perseus kelak menjadi pahlawan besar yang membunuh Medusa.
Dalam mitologi Mesir juga mirip, Horus lahir dari dewi Isis setelah suaminya Osiris dibunuh dan dipotong-potong oleh Set. Isis mengumpulkan kembali tubuh Osiris dan melalui kekuatan sihir dewi Isis secara ajaib mengandung Horus. Horus pun tumbuh menjadi pembalas kematian ayahnya dan sebagai simbol legitimasi raja Mesir. Cuma memang tidak lahir dari perawan suci.
Dalam Islam, Nabi Isa AS lahir dari seorang perempuan suci, Maryam tidak memiliki ayah biologis. Di ceritakan di Al-Qur’an (QS Maryam 19:16–21 dan QS Ali Imran 3:45–47) menegaskan bahwa kehamilan itu terjadi atas perintah Allah, tanpa campur tangan laki-laki.
Dan sebenarnya masih banyak hal lainnya, dari berbagai macam mitologi juga yang mirip dengan kejadian yang ada di Islam.
Apakah ini hanyalah kebetulan budaya? Karena kisahnya selalu di sesuaikan dengan kebudayaan masyarakat di sekitarnya.
Atau ini merupakan sisa memori kolektif umat manusia tentang satu "kebenaran" purba yang tersebar dan berubah-ubah bentuk, lalu tersebar di berbagai kebudayaan manusia?



.jpg)

.jpg)











Leave a Comment