Review : Resident Evil 2: REMAKE (PS4)

Resident Evil 2 (1998) merupakan sebuah game survival horror yang di buat dan di develop oleh Capcom. Kita akan memainkan tokoh utama bernama Leon S. Kennedy yang merupakan tokoh legendaris dari serial  Resident Evil dan juga tokoh utama kedua bernama Claire Redfield, kedua karakter ini akan mencoba mati - matian bertahan hidup di sebuah kota bernama Raccoon City, dimana kota tersebut digunakan untuk uji coba bio weapon oleh perusahaan bernama Umbrella Corp, singkat cerita karena sebuah kecelakaan dan akhirnya virus di bawa oleh tikus ke permukaan kota dan akhirnya kota tersebut terkena wabah Zombie. 

Resident Evil 2 Remake (2019) ini merupakan seri adaptasi dari game dengan judul yang sama di tahun 1998. Istilah "Remake" sendiri sebenarnya merupakan istilah yang sering di gunakan oleh developer game untuk membuat ulang sebuah game judul lama dan memberikan sentuhan modernisasi baik dari segi Art, Grafis dan Sound, yang fungsinya tentunya agar bisa di mainkan kembali oleh generasi terkini yang mungkin belum lahir saat game tersebut di keluarkan di tahun 1998. Tidak itu saja, game dengan title Remake biasanya juga di mainkan kembali oleh gamer-gamer tua yang mau nostalgia jaman saat masih kecil atau muda.
Saat memainkan game ini jujur saya sudah sedikit lupa, dulu saya memainkan game Resident Evil 1, 2 dan 3. Yang paling membekas di ingatan saya tentunya seri Resident Evil 1 karena merupakan origin kala itu dan Resident Evil 3, karena tokoh utamanya wanita dan ada Nemesis nya. Jadi bisa di bilang Resident Evil 2 Remake ini merupakan sebuah game nostalgia untuk saya. 
Karena mendapat sentuhan modernisasi jelas ada beberapa elemen yang berubah dari versi aslinya, yang paling menonjol tentunya dari segi grafis yang sekarang sudah menggunakan engine terbaru dari Capcom yakni RE Engine, sebuah engine yang sama yang di gunakan untuk game Resident Evil 7 (2017). Selain itu fix kamera juga di ganti menjadi jangkauan kamera yang lebih dinamis, sehingga kita bisa melihat lebih luas dan detail lagi arena-arena di Raccoon Police Department. Sudut padang dengan sudut Fix di ubah menjadi sudut padang dari arah bahu membuat game ini terasa lebih nyaman untuk di lihat. Desain sound yang baru juga menambah unsur mengerikan dari game ini, Zombie juga di buat sedemikian rupa sehingga terlihat lebih mengancam dan menyeramkan, dimana ada beberapa Zombie yang terlihat masih memiliki daging-darah segar, dan saat kita tembak bagian-bagian tertentu saja yang rusak karena impact dari tembakan tersebut.
Saya memainkan game ini sendirian karena istri sedang keluar kota dan rata-rata saya memainkan nya pada malah hari sepulang kerja, dan benar-benar game ini sangat mengerikan, saat bermain game horror sebenarnya kita mendapatkan sebuah perasaan yang cukup aneh, antara rasa suka dan takut, dan kedua hal tersebut bercampur aduk saat memainkan game ini. Saya menamatkan game ini sebanyak 5x, dan saat main pertama kali tentunya saya sangat menikmati game ini, memainkan dengan cukup lambat, keliling sana sini, intip sesekali panduan Youtube dan tak lupa memperhatikan hal-hal kecil di dunia RE2 Remake ini, sehingga waktu yang di butuhkan untuk menamatkan game ini sekitar 20 jam an. Setelah paham kontur arena, posisi musuh, posisi jump scare, ammo dll, saat 2nd play through memainkan tokoh Claire hanya di butuhkan waktu 5 jam, dan 3rd dan 4th pada mode hardcore hanya di butuhkan di bawah 2 jam. 
Rata-rata semua zombie dalam game ini kita bisa skip alias tidak bunuh dan hanya di lewatin saja, yang sangat-sangat membuat deg-degan adalah tokoh Tyant yang merupakan karakter boss yang tidak bisa mati dan selalu muncul untuk menghalang-halangi kita. Langkah kaki Tyrant ini yang membuat mental kita down, saat kita main di kejar waktu, jadi kita harus bermain petak-umped dengan Tyrant ini, dan unsur ini menambah keseruan dari game ini.
Arena yang cukup mencekam dengan pencahayaan yang sangat minim membuat game ini seperti memiliki daya tarik tersendiri, sebuah game remake yang saya rasa cukup sukses dengan membawa unsur modern tanpa meninggalkan sistem dan cerita origin nya. Darah di mana-mana, kondisi Kantor polisi Raccoon yang sudah porak poranda, membuat arena ini sangat ideal untuk game ini. Arena yang ber beda beda dan setiap arena tentunya kita tidak tau ada ancaman apa yang menunggu kita di depan. Beberapa pintu atau arena yang sengaja di tutup dan di blokade dan dalam story kita di wajibkan untuk membuka arena tersebut membuat saya berfikir ada kengerian apa yang ada di balik arena tersebut.
Management inventory penyembuh dan peluru yang sangat terbatas merupakan core dari game ini, dimana kita harus berhemat peluru dan menyimpan peluru-peluru kaliber senjata besar untuk di gunakan melawan boss. Beberapa puzzle terasa mudah, cuma karena saya main menggunakan panduan jadi saya langsung tau kode lock sebuah looker atau item-item tersembunyi, yang mana jika kita benar-benar ingin main secara benar-benar dari nol makan kode-kode lock ini kita temukan dari selebaran-selebaran kertas yang tersebar di seluruh arena, dengan membaca selebaran-selebaran itu kita jadi lebih tau lebih dalam tentang kondisi kota Raccoon sebelum Zombie Apocalypse ini. Senjata yang bervariasi dan beberapa memiliki impact yang menarik saat kita tembak kan ke Zombie.
Story line nya cukup simple dan menarik, dengan sedikit twist di dalamnya, ini lah tipe game jaman dulu, memiliki cerita yang tidak berbelit, intinya suruh keluar dari kota Raccoon dan saat ingin keluar berbagai macam kejadian terjadi dan perlahan lahan malah menguak misteri terjadinya Zombie Apocalypse di kota ini. Karakter utamanya juga tidak terlalu banyak, membuat game ini cukup simple dan terasa padat.
Tentunya dari se gudang kelebihan yang dimiliki oleh game ini, saya merasa 2nd play trough sebagai Claire terasa repetitive, arena yang di datangi di awal tergolong sama, puzzle yang di hadapi juga sama, seandainya game ini memiliki alur yang berbeda dan puzzle yang berbeda pula pati akan bagus banget review nya. Dengan memainkan game ini sekarang saya baru sadar antara cinta segi tiga yang ada dalam game ini.
Overall game yang sangat-sangat menarik, bisa di mainkan dari segala jenis kalangan, mau main santai oke, mau main terburu-buru untuk mendapatkan item tertentu juga oke, dan jika mau mempersulit diri juga oke dengan memilih level permainan yang paling sulit. Sebuah game dengan title Remake yang cukup sukses menurut saya, Saya memainkan game ini jujur larut dalam alur cerita dan dunia menyeramkan yang diberikan oleh pembuat game ini. Hal menarik lainnya kadang saya sesekali menembak kepala zombie yang sedang tidur an di lantai untuk memastikan kalau zombie tersebut tidak bangkit lagi

Score dari saya : 8/10

Di mainkan di PS4 Pro resolusi 4K HDR

1 comment:

  1. Additionally, players will appreciate the Gold Train Feature, the place landing a Gold Train image together with the qualifying set off image awards repeat jackpot wins. In the Free Games Bonus, the reel interface is flipped and prize wheels appear on the bottom of 점보카지노 the screen. Players obtain unlimited free video games till one or more of} Prize Zone wheels are awarded.

    ReplyDelete

'
Theme images by suprun. Powered by Blogger.