Review : Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age (PS4)


Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age (DQ11) merupakan sebuah game ber genre role-playing video game (RPG) yang dikembangkan dan diterbitkan Square Enix. Dragon Quest sendiri sebenarnya umurnya lebih tua dibandingkan dengan seri Final Fantasy, Dragon Quest tahun 1986 sedang Final Fantasy 1987. Sebuah perjalanan panjang sebuah game yang anti mainstream untuk bisa bertahan sampai 2018 ini.
Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age merupakan sebuah karya gemilang yang telah berhasil dibuat oleh Square Enix. DQ11 ini berhasil terjual hingga 3 juta copy di Jepang November 2017 dan berhasil bertengger di No. 2 best seller games di UK. Prestasi DQ11 tidak berhenti disitu saja, DQ11 merupakan No. 3 Most Popular games by GameFAQs. Kalau saya lihat sangat jarang game bergenre JRPG turn base sampai bisa se sukses ini.
Saya menamatkan sempurna game ini, membutuhkan waktu 140 Jam/ 3 minggu, 4 hari. Waktu yang cukup lama untuk memainkan sebuah game, terakhir kali saya memainkan game tembus 100 jam adalah The Witcher 3: Wild Hunt, saya bermain cukup intens 4-6 jam/ hari dan yang saya rasakan sama sekali tidak membosankan, setiap hari selalu ada cerita baru dari game ini, sebuah game game yang memiliki cerita yang sangat kuat dan sebuah game bernuansa petualangan yang cukup kuat. Cerita DQ11 ini cukup simple di awalnya, sangat mudah dan menarik sekali untuk di ikuti, sampai tengah - tengah petualangan, cerita mulai mengerucut, mulai padat sampai akhirnya terjadi berbagai macam dilema dan twist cerita dan akhirnya cerita DQ11 ini ditutup dengan SEMPURNA.
Yang mencolok dari game ini tentunya karakter pendukungnya (companion), setiap karakter pendukung memiliki motivasi yang sangat kuat untuk ikut dalam petualangan karakter utama, setiap detail karakter di gali backstory nya dengan sangat detail, semua kejadian dalam game ini seperti ada penjelasannya, yang di awal game menimbulkan sebuah tanda tanya, makan di pertengahan dari game ini akan dijelaskan dengan indah, ini membuat kita penasaran dan seakan akan ingin memainkan game ini lagi dan lagi. Karakter pendukung game yang kuat menurut saya ada di FF7 dan FFX, saat terjadi sesuatu pada salah satu karakter tersebut membuat kita tergugah dan peduli terhadapnya, karena karakter yang dibuat cukup kuat, sehingga seakan-akan karakter tersebut hidup.
Untuk Soundtrack  dari game ini sangatlah indah, sebuah musik orchestra yang terdengar begitu brlian dan megah akan mengikuti setiap petualangan dari game ini. Musik dari game ini memang dibuat secara sangat serius membuat game ini menjadi semakin solid. Untuk suara narasi dari masing-masing karakter juga terdengar begitu cocok sekali, aksen suara inggris UK cukup kental dari game ini, dan beberapa karakter memiliki aksen suara yang unik, dan setiap aksen dari masing masing kota terdengar unik, ada sebuah kota yang satu desa kalau bicara selalu menggunakan sebuah puisi yang ini terdengar cukup unik sekali, jadi seakan-akan kita tau ciri khas dari masing-masing kota dari game ini.
Untuk grafis ini salah satu yang sangat menonjol, grafik nya indah sekali, color tone dari game ini colorful sekali, warna-warna yang sangat kontras namun berimbang membuat mata saya betah memainkan game ini selama berjam-jam. DQ11 menggunakan Unreal Engine 4 Cel Shading, terlihat Square Enix cukup ahli dalam menggunakan Unreal Engine 4 ini, sebuah engine yang cukup matang yang berhasil di maksimal-kan, teknik ini akan kita lihat lagi dalam game yang sudah lama kita tunggu-tunggu yakni Kingdom Heart 3.
Struktur kota dan jenis-jenis bangunan yang terlihat begitu presisi memang telah dipikirkan secara detail oleh team Square Enix. Kita sebagai player di tuntut untuk masuk - masuk ke dalam rumah untuk melihat betapa detail nya setiap bangunan dari game ini. Dengan masuk ke dalam-dalam rumah kita akan diberikan sebuah item-item unik yang akan membuat kita semakin kuat dalam melanjutkan petualangan, hal ini menurut saya cukup brilian, item-item unik itu memang sengaja di taruh di tempat-tempat tertentu agar kita sebagai player mendatangi tempat tersebut

Setiap kota di bangun begitu megahnya, dan masing-masing kota memiliki sebuah ciri khas masing-masing, ada yang merupakan kota tambang, kota yang mata pencahariannya dari air panas, yang struktur daerahnya di sekitaran gunung berapi yang sedang aktif, setiap detail dari semua parameter tersebut telah dipikirkan oleh Square Enix. Kadang saya merasa kalau saat mendatangi sebuah kota, dalam pikiran saya "wah ini nih kota utama dari game ini, terlihat luas dan megah", begitu lanjut petualangan ternyata ada kota yang ukurannya lebih besar dari kota yang saya kunjungi sebelumnya.
Battle system yang terbilang kembali ke turn base merupakan sebuah pemilihan yang sangat tepat, dimana game-game sejenis yang telah berubah menjadi game action-rpg namun game DQ11 ini masih berpedoman pada classic RPG. Setiap battle dari game ini kita bisa memilih mau membunuh musuh atau hanya melewatinya, ini membuat game ini menjadi lebih general bisa di mainkan oleh siapa saja, random encounter kadang membuat orang yang tidak terlalu suka main game RPG menjadi malas memainkan game tersebut, karena terlalu banyak battle, dengan musuh yang terlihat seperti di DQ11 ini jadi player bisa memilih mau bertarung banyak atau hanya ingin menikmati story dari game ini. 
Battle dari game ini terbilang cukup ringan, seperti saya bilang tadi, player baru diberikan segala kemudahan untuk memainkan game DQ11 ini, dimana dalam battle ada sistem pertarungan otomatis, jadi karakter-karakter utama akan menyerang sesuai dengan elemen mush, dan akan mengeluarkan skill dan magic sesuai dengan musuh yang sedang di hadapi jadi kita tidak usah pusing memikirkan strategi melawan musuh tertentu. Setiap arena saat kita bertarung juga selalu berubah mengikut daerah terakhir kita bertemu musuh tersebut, jadi ini membuat suasana yang sangat dinamis, dimana saat kita bertarung melawan musuh kadang posisi tanah yang tidak lurus atau berbukit atau bahkan kita bisa melihat musuh lain yang sedang berjalan di belakang background.
Game ini terbilang cukup padat, story dari game ini di bolak balik sehingga terlihat sangat panjang, namun proses ini sama sekali tidak membuat saya bosan, story yang kuat merupakan pondasi dari cerita yang padat ini. Untuk arena yang terbilang cukup liner dimana pada suatu poin kita akan mengulangi atau mendatangi daerah-daerah yang pernah kita datangi, namun dengan moster yang lebih kuat, membahas monster, game DQ11 ini terdiri dari monster-monster dengan nama yang unik, bentuk yang unik dan terlihat lucu dan kuat secara bersamaan.
Yang unik dari game ini adalah setelah tamat, credit pembuat game ini sudah kita lihat, dan ternyata setelah tamat masih ada story yang sesungguhnya merupakan cerita inti dari game ini, semua rahasia dan pintu-pintu terkunci sebelumnya akan di buka, sehingga kita akan memulai kembali petualangan untuk mengetahui cerita asli dari game ini.
Overall game ini merupakan sebuah MAHA KARYA dari Square Enix, sebuah game JRPG yang kembali ke akarnya, dengan story yang sangat kuat, battle yang membuat saya ketagihan, grinding item yang membuat durasi dari game ini cukup panjang. Saya sangat-sangat menyarankan untuk memainkan game ini, baik bagi para penggemar jrpg atau bukan, paling tidak nikmatilah cerita dari game ini jika teman-teman tidak suka gameplaynya. Game yang sangat worth it untuk di beli. Minus dari game ini cuma 1 aja, yakni karakter utama yang tidak ada dialognya dan terkesan karakter sifatnya malah paling tidak kuat diantara yang lainnya. Kita tidak usah memainkan seri Dragon Quest sebelumnya untuk bisa memahami cerita dari game ini.

Skor dari saya : 10/10 (Masterpiece)

Played at : PS4 Pro, HDR, 4K TV

No comments

'
Theme images by suprun. Powered by Blogger.