CeritaGames: Kenapa Kita Manusia Bermain Games?

Lebah dan semut adalah koloni binatang yang di anggap sebagai pekerja keras, Manusia pun seperti itu. Manusia yang suka bekerja keras, dalam suatu kelompok masyarakat di anggap lebih "terhormat", atau bahkan lebih di muliakan. Jaman dahulu kita berburu untuk makan, di jaman sekarang kita bekerja demi uang, untuk membeli makanan.

Bekerja merupakan cara alami kita untuk bertahan hidup, serta memberikan kontribusi terhadap suatu kelompok koloni di mana kita hidup. Bekerja juga digunakan untuk memenuhi tanggung jawab pribadi, menyelesaikan tugas, mengatasi sebuah tantangan, mengembangkan keterampilan serta mencapai keberhasilan untuk kemajuan dalam bidang tertentu.

Jika rata-rata umur manusia adalah 65 tahun, anggap kita mulai bekerja pada usia 20, maka kita menghabiskan waktu lebih dari 45 tahun untuk bekerja, bayangkan lebih dari setengah hidup kita di pakai untuk bekerja. Kita secara alami terlahir sebagai pekerja keras.

Namun apa yang di lakukan manusia di selang waktu bebas mereka selain istirahat dan tidur? jawabannya adalah "Bermain". Dengan sangat berkembangnya industri video game sekarang ini, apakah dengan bermain kita ingin lari dari sebuah realitas kejenuhan hidup? apakah kita akan menjadi makhluk yang lebih banyak bermain di bandingkan bekerja?

Bukti manusia melakukan aktivitas bermain sudah di temukan sejak era jaman batu. Pada era berburu dan pengumpul manusia menggunakan permainan lempar dahan ranting untuk menentukan siapa pemburu yang mendapatkan hasil buruan paling banyak. 

Mereka juga menyusun batu-batu kecil hingga tinggi untuk melatih syaraf motorik dan keseimbangan, anak-anak bermain melempar tombak ke pohon, bermain kejar-kejaran dan lain sebagainya. Pada waktu itu bermain adalah hal yang cukup vital, "bermain adalah pelatihan untuk bertahan hidup".

Maju ke era peradaban Mesopotamia, Sebuah papan board bernama Royal Game of Ur adalah sebuah papan permainan strategi kuno yang dimainkan oleh orang-orang di Mesopotamia (Irak) sekitar 4.500 tahun yang lalu. Royal Game of Ur merupakan salah satu permainan tertua yang diketahui oleh umat manusia dan juga memberikan wawasan tentang budaya dan kehidupan sosial pada masa itu.

Sama halnya seperti permainan masa lalu, di era pra-modern Permainan Catur digunakan untuk melatih strategi dalam peperangan. Permainan Pachisi atau sekarang di kenal dengan Ludo, merupakan permainan yang berhubungan dengan hal spiritual, pada tingkat simbolis permainan tersebut bisa mencerminkan perjalanan spiritual yang melibatkan "kesadaran", pengalaman, dan transformasi.

Kalau menurut pengalaman saya pribadi,

Tidak lama ini saya memainkan sebuah game dengan judul Kingdom Come: Deliverance, saya melihat sebuah peta yang masih tertutup dengan awan, di sana ada rasa penasaran untuk membuka atau menjelajah peta kosong tersebut, saya begitu semangat untuk mendatangi tempat-tempat kosong yang belum pernah saya datangi dalam game tersebut. 

Saya begitu penasaran seperti apa wilayahnya, akan ada sumber daya apa di sana, ada mush apa, ada drop item apa di sana, siapa NPC yang akan saya temui selama perjalanan dll. Tanpa kita sadari sebenarnya DNA dari seorang petualang masih ada di dalam diri kita semua.

Saya jadi ingat sebuah kalimat "We were born too late to explore the Earth, but born too early to explore the stars" hal itu merupakan ungkapan yang cukup populer yang mencerminkan rasa kerinduan akan eksplorasi di luar keterbatasan kita saat ini. Konsep menjelajahi ke sebuah dunia yang tidak diketahui dan melebarkan cakrawala ilmu kita dalam berbagai macam aspek sudah tertanam dalam semangat dari umat manusia.

Bermain video game mungkin merupakan dorongan dari hal tersebut, dorongan untuk terus berkembang dan bisa bertahan dari rutinitas hidup yang sudah sangat membosankan, Saat kita memainkan sebuah permainan maka di depan mata kita terhampar sebuah petualangan tanpa batas, yang siap untuk kita jelajahi. Apa arti sebuah video game untuk teman-teman semua?

No comments

'
Theme images by suprun. Powered by Blogger.