87% dari Video Games Classic Sudah Mulai Menghilang

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya", begitu juga di dunia video games. Menurut sebuah study yang dilakukan oleh organisasi bernama Video Games History Foundation, organisasi tersebut menyatakan bahwa 87% dari semua video game classic yang ada di dunia ini sudah tidak bisa di akses lagi secara resmi lagi. 

Video Games merupakan sebuah industri yang sangat besar, secara global mencapai pendapatan miliaran dolar setiap tahunnya. Pada tahun 2023, pendapatan global dari penjualan games, konsol, dan layanan game online diperkirakan mencapai lebih dari 180 miliar dolar AS (2,7 triliun Rupiah).

Sebuah industri yang berkembang sangat besar, namun sangat di sayangkan industri tersebut mulai kehilangan sejarah berdirinya. 

Bayangkan, untuk bisa mengakses secara resmi game-games classic, kita harus memiliki console tua seperti Commodore 64 (1982), Atari 2600 (1977) atau ColecoVision (1982), beserta dengan games fisik yang ingin kita mainkan. Hal tersebut tentunya akan sangat mustahil untuk di lakukan.

Solusi paling ideal adalah men-digitalisasi semua console & games classic dalam sebuah wadah atau sering di sebut sebagai emulasi / emulator. Emulator merupakan sebuah software yang di rancang secara khusus melalui metode reverse engineering untuk menirukan cara kerja hardware dari console-console classic, sehingga dengan emulator jenis tertentu kita bisa memainkan game-games classic secara digital.

Namun hingga saat ini, konsep emulator masih menjadi perdebatan di dunia video games. Legalitas dari pengembangan emulator sering kali melanggar hak cipta atau lisensi dari pengembang video games tersebut. Bisa di istilahkan kalau memainkan games menggunakan emulator adalah bentuk dari Pembajakan / Piracy.

Walaupun memang ada pengembang emulator yang sudah mendapatkan izin resmi dari pengembangnya, seperti BlueStacks (Emulator Android), RPCS3 (Emulator PlayStation 3) dan Dolphin (Emulator Nintendo GameCube dan Wii). Jika emulatornya sudah mendapat izin, makan tidak dengan ROM dari game-nya, kita harus memiliki kaset fisiknya terlebih dahulu untuk di "dump" menjadi bentuk digital.

Permasalahan akan ruwetnya lisensi, izin, dan hukum ini-lah yang membuat 87% dari video games classic mulai tidak dapat di akses oleh umum, tidak bisa di nikmati lagi oleh anak cucu kita, sudah tidak bisa di akses oleh para researcher, reviewer, para pelajar dll. Semuanya akan mulai meg-hilang.

Video Games History Foundation (gamehistory.org) sudah mengupayakan untuk permohonan perubahan hukum di US (Digital Millennium Copyright Act (“DMCA”), Title 17, section 1201, of the United States), agar kita semua beserta anak-cucu kita di kemudian hari masih bisa menikmati game-game classic yang hampir punah ini. Dengan membuat katalog library game yang lengkap seperti mobygames.com, di harapkan organisasi ini bisa menghidupkan kembali sejarah dari video games.

Super Mario Bros. (1985)

Saat menulis artikel ini saya jadi sadar kalau sebuah game itu di "buat" dan di "nikmati" hanya pada masanya saja. Di tahun ini 2024, saat saya kembali memainkan game classic Super Mario Bros, rasanya sudah sangat berbeda, karena pikiran dalam otak saya sudah bukan pikiran anak-anak lagi, rasanya mulai hampa, hanya ada unsur nostalgia. 

Super Mario Bros. Wonder (2023)

Begitu juga saat games classic tersebut di mainkan oleh anak-anak jaman now yang sudah lahir dan melihat grafis 3D yang sangat bagus, apakah mereka masih bisa menikmati dan memahami permainan seperti Super Mario Bros? Saya merasa game tersebut sudah tidak relevan lagi bagi mereka.

Kalau nanti di Surga apa saja bisa di kabulkan, maka dengan segala kerendahan hati, saya ingin minta kepada Tuhan untuk buatkan sebuah dunia, dan saya akan tinggal di dalam dunia tersebut seperti biasa, lalu menjalani hidup sebagai manusia seperti sekarang, memainkan serta menikmati kembali game-games pada masanya, tanpa punya "kesadaran" kalau ternyata seluruh alam semesta ini tercipta dari permohonan saya.

Sumber :
https://gamehistory.org/87percent/

No comments

'
Theme images by suprun. Powered by Blogger.